Tampilkan postingan dengan label realigion. Tampilkan semua postingan
Manusia Paling Ditakuti Para Setan
Tahukah kamu siapa orang atau manusia yang paling ditakuti para setan
bahkan jika ketmu dengan orang ini maka setan akan kabur dan tidak akan
mau mendekatiya ? Seperti yang kita ketahui setan tidak akan pernah
takut dengan manusia bahkan yang paling takut dengan setan adalah
manusia namun asal kamu ketahui tenyata ada satu orang yang paling
ditakuti setan dia adalah shabat Nabi Muhammad SAW yakni Abu Hafsh Umar
al-Faruq bin Khattab bin Nufail bin Abdil Uzza bin Adi bin Kaâ??ab bin
Luâ??aiy bin Ghalib al-Qurasy atau yang sering kita kenal dengan nama
Umar bin Khattab. Umar bin Khattab ketika memimpin islam merupakan
pemimpin yang berani menujukan ajaran islam di makkah. Sebelum masuk
Islam dan menjadi sahabat Nabi Muhammad Umar bin Khattab merupakan orang
yang sangat keras dalam menetang islam bahkan ia sering melakukan
perbuatan kasar Terhadap kaum muslim pada waktu itu. Umar bin Khattab
juga pernah berkata tidak akan pernah masuk Islam slam sampai ada
keledainya al-Khattab yang masuk Islam. Namun ALLAH SWT maha besar dan
bisa meluluhkan hati Umar bin Khattab yang keras untuk masuk Agama
Islam. Setelah keislaman Umar, kemuliaan dan kekuatan Islam semakin
bertambah. Nah lalau kenapa Umar bin Khattabbisa ditakuti para setan ?
Ternyata setan pernah berbicara dengan nabi Muhammad â??Demi Allah SWT,
setiap kali saya bertemu dengan Umar , mesti akan lari darinya,â??. Hal
ini sesuai hadis Nabi Muhammad SAW yang berbunyi. Rasulullah shalallahu
â??alaihi wa sallam mengatakan, â??Wahai Ibnul Khattab, demi dzat yang
jiwaku berada di tangan-Nya, tidaklah setan bertemu dengannmu di suatu
jalan melainkan ia akan mengambil jalan yang lain dari jalanmu.â?? (HR.
Bukhari, no.3480) Dari hadis diatas setan akan takut dengan Umar bin
Khattab dan jika bertemu dengan Umar bin Khattab maka setan akan
menghindar.
Tag :
Mading Online,
realigion,
Inilah Syarat-Syarat Doa
Agar
do’a-do’a yang kita sampaikan kepada Allah swt semaksimal mungkin mencapai
pengabulan dari-Nya, maka ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan. Di
antaranya sebagai berikut:
1)
Hendaknya kita hanya meminta kepada Allah swt, tidak
mempersekutukanNya dengan siapapun
إِيَّاكَ
نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ
“Hanya
kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon
pertolongan.” (QS Al-Fatihah 5)
وَإِذَا
سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا
دَعَانِ
“Dan
apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah),
bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo`a
apabila ia memohon kepada-Ku.” (QS Al-Baqarah 186)
2) Hendaknya kita semakin banyak melaksanakan
berbagai perintah Allah berlandaskan iman kepada-Nya, serta dengan
jalan menghidupkan berbagai sunnah Rasulullah saw
وَإِذَا
سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا
دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي
”Dan
apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah),
bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo`a
apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala
perintah) Ku.” (QS Al-Baqarah 186)
قُلْ إِنْ
كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ
لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ
“Katakanlah,
“Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku,
niscaya
Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.”
Allah
Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS Ali Imran 31)
3)
Hendaknya isi redaksi do’a tidak hanya mencakup urusan dunia semata,
melainkan mencakup urusan dunia dan akhirat sekaligus
فَمِنَ
النَّاسِ مَنْ يَقُولُ رَبَّنَا ءَاتِنَا فِي الدُّنْيَا وَمَا لَهُ فِي
الْآخِرَةِ مِنْ خَلَاقٍ وَمِنْهُمْ مَنْ يَقُولُ رَبَّنَا ءَاتِنَا فِي
الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
أُولَئِكَ لَهُمْ نَصِيبٌ مِمَّا كَسَبُوا وَاللَّهُ سَرِيعُ الْحِسَابِ
“Maka di
antara manusia ada orang yang berdo`a, “Ya Tuhan kami, berilah kami (kebaikan)
di dunia”, dan tiadalah baginya bahagian (yang menyenangkan) di akhirat.
Dan di
antara mereka ada orang yang berdo`a, “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di
dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka.”
Mereka
itulah orang-orang yang mendapat bahagian dari apa yang mereka usahakan;
dan Allah
sangat cepat perhitungan-Nya.” (QS Al-Baqarah 200-202)
مَنْ
كَانَ يُرِيدُ حَرْثَ الْآخِرَةِ نَزِدْ لَهُ فِي حَرْثِهِ وَمَنْ كَانَ يُرِيدُ
حَرْثَ الدُّنْيَا
نُؤْتِهِ مِنْهَا وَمَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ مِنْ
نَصِيبٍ
“Barangsiapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami
tambah keuntungan itu baginya dan barangsiapa yang menghendaki keuntungan di
dunia Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada
baginya suatu bahagianpun di akhirat.” (QS Asy-Syuro 20)
4)
Hendaknya do’a disampaikan dengan “merendahkan diri” dan “suara yang
lembut”
ادْعُوا
رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ
“Berdo`alah
kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah
tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” (QS Al-A’raf 55)
Dalam
Shahihain diriwayatkan bahwa Abu Musa Al-Asy’ari berkata bahwa orang-orang
mengeraskan suaranya ketika berdo’a, maka Rasulullah saw bersabda:
ارْبَعُوا
عَلَى أَنْفُسِكُمْ فَإِنَّكُمْ لَا تَدْعُونَ أَصَمَّ وَلَا غَائِبًا تَدْعُونَ
سَمِيعًا بَصِيرًا قَرِيبًا
“Hai
manusia, kasihanilah dirimu karena kamu bukan menyeru kepada yang tuli dan
gha’ib (tidak ada), yang kamu seru itu adalah Maha Mendengar,
Maha
Melihat dan Maha Dekat.”(HR Bukhari 22/385)
5)
Hendaknya pada saat berdo’a memadukan di dalam jiwa perasaan
“berharap” dan “takut”. Berharap kepada Allah swt agar do’a tersebut
dikabulkanNya, dan cemas kalau-kalau do’a kita tidak dikabulkan, bahkan tidak
didengarNya.
وَادْعُوهُ
خَوْفًا وَطَمَعًا
“…dan
berdo`alah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan
dikabulkan).” (QS Al-A’raf 56)
6) Hendaknya kita meyakini bahwa do’a kita pasti
InsyaAllah dikabulkanNya. Cepat ataupun lambat. Di dunia ini maupun di
akhirat kelak nanti. Yang penting kita tidak memaksa atau “mendikte” Allah swt,
suatu hal yang memang mustahil.
وَقَالَ
رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ
إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي
سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ
“Dan Tuhanmu berfirman, “Berdo`alah kepada-Ku, niscaya akan
Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari
menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.” (QS Al-Mu’min
60)
Dan yang
tidak kalah pentingnya bahwa seorang muslim tidak boleh pernah berhenti meminta
kepadaNya, karena sikap demikian merupakan suatu kesombongan yang akan
menjebloskannya ke dalam siksa Allah yang pedih. Maka Rasulullah saw bersabda:
مَنْ لَمْ
يَدْعُ اللَّهَ غَضِبَ اللَّهُ عَلَيْهِ
“Barangsiapa
tidak berdo’a kepada Allah swt, maka Allah murka kepadaNya.”
(HR Ahmad)Tag :
Mading Online,
realigion,
7 Manusia yang Mendapat Perlindungan Allah
Berkata Abu Hurairah r.a : bahwa Nabi saw telah bersabda: ”Ada tujuh kelompok yang akan mendapat perlindungan Allah pada hari yang tiada perlindungan kecuali perlindungan-Nya. Mereka adalah pemimpin yang adil, anak muda yang senantiasa beribadah kepada Allah Azza wa Jalla,seseorang yang hatinya senantiasa dipertautkan dengan mesjid, dua orang yang saling mencintai karena Allah, yakni keduanya berkumpul dan berpisah karena Allah, seorang laki-laki yang ketika dirayu oleh seorang wanita bangsawan lagi rupawan lalu ia menjawab: “Sungguh aku takut kepada Allah”, seseorang yang mengeluarkan shadaqah lantas di-sembunyikannya sampai-sampai tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diperbuat tangan kanannya, dan seseorang yang berzikir kepada Allah di tempat yang sunyi kemudian ia mencucurkan air mata”. (H.R.Bukhary – Muslim)
Hadits ini menjelaskan bahwa pada hari kiamat ada tujuh tipe atau golongan manusia yang akan mendapatkan perlindungan Allah swt., yaitu :
1. Pemimpin yang adil
Menjadi pemimpin yang adil itu tidaklah mudah, butuh pengorbanan pikiran, perasaan, harta, bahkan jiwa. Dalam ajaran Islam, kepemimpinan bukanlah fasilitas namun amanah. Kalau kita menganggap kepemimpinan atau jabatan itu sebagai fasilitas, kemungkinan besar kita akan memanfaatkan kepemimpinan itu sebagai sarana memperkaya diri tanpa menghiraukan aspek halal atau haram.
Sebaliknya, kalau kita menganggap kepemimpinan atau jabatan itu sebagai amanah, kita akan melaksanakan kepemimpinan itu dengan penuh kejujuran dan tanggung jawab. Nah, untuk melaksanakan kepemimpinan dengan cara yang amanah itu tidaklah mudah, Karena itu logis kalau kita menjadi pemimpin yang adil, Allah akan memberi perlindungan di akhirat kelak.
2. Anak muda yang saleh
Masa muda adalah masa keemasan karena kondisi fisik masih prima. Namun diakui bahwa ujian pada masa muda itu sangat beragam dan dahsyat. Oleh sebab itu, apabila ada anak muda yang mampu melewati masa keemasannya dengan taqarrub (mendekatkan) diri kepada-Nya, menjauhkan diri dari berbagai kemaksiatan, serta mampu mengendalikan nafsu syahwatnya, Allah akan memberikan perlindungan-Nya pada hari kiamat. Ini merupakan imbalan dan penghargaan yang Allah berikan kepada anak-anak muda yang saleh.
3. Orang yang hatinya terikat pada mesjid
Kalimat “seseorang yang hatinya senantiasa dipertautkan dengan mesjid” seperti yang disebutkan hadits di atas, paling tidak menunjukkan dua pengertian. Pengertian pertama, orang-orang yang kapan dan di manapun berada selalu ingin memakmurkan tempat ibadah. Pengertian kedua, orang-orang yang tidak pernah melalaikan ibadah di tengah kesibukan apapun yang dijalaninya.
4. Bersahabat karena Allah
Poin ini terambil dari kalimat “dua orang yang saling mencintai karena Allah, yakni keduanya berkumpul dan berpisah karena Allah”. Bersahabat karena Allah swt. maksudnya kita mencintai seseorang atau membencinya bukan karena faktor harta, kedudukan, atau hal-hal lain yang bersifat material, namun murni semata-mata karena Allah swt.
Kalau sahabat kita berbuat baik, kita mendukungnya, dan kalau berbuat salah kita mengingatkannya, bahkan kita berani meninggalkannya kalau sekiranya sahabat tersebut akan menjerumuskan kita pada gelimang dosa dan maksiat. Inilah yang dimaksud dengan persahabatan karena Allah.
5. Mampu menghadapi godaan lawan jenis “
Seorang laki-laki yang ketika dirayu oleh seorang wanita bangsawan lagi rupawan lalu ia menjawab: “Sungguh aku takut kepada Allah.” Kalimat ini menggambarkan bahwa kalau kita mampu menghadapi godaan syahwat dari lawan jenis, maka kita akan mendapatkan perlindungan Allah di hari kiamat.
Di sini digambarkan seorang laki-laki yang digoda wanita bangsawan nan rupawan tapi dia menolak ajakannya bukan karena tidak selera kepada wanita itu, namun karena takut kepada Allah. Jadi, rasa takut kepada Allahlah yang menjadi benteng laki-laki tersebut, sehingga tidak terjerembab pada perbuatan maksiat. Karena itu Allah memberikan penghargaan pada hari kiamat dengan memberikan pertolongan-Nya. Di sini diumpamakan laki-laki yang digoda wanita, namun sangat mungkin wanita pun digoda laki-laki.
6. Ihklas dalam beramal “
Seseorang yang mengeluarkan sedekah lantas disembunyikannya sampai-sampai tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diperbuat tangan kanannya.” Ini gambaran keihlasan dalam beramal. Saking ihklasnya dalam beramal sampai-sampai tangan kiri pun tidak tahu apa yang diinfakkan atau disumbangkan oleh tangan kanannya. Pertanyaannya, bolehkah kita bersedekah sambil diketahui orang lain, bahkan nama kita dipampang di koran?
Boleh saja, asalkan benar-benar kita niatkan karena Allah swt., bukan karena cari popularitas. Perhatikan ayat berikut, ” Jika kamu menampakkan sedekahmu, maka itu baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikannya itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Q.S.Al-Baqarah 2: 271)
7. Zikir kepada Allah dengan khusyu “”
Seseorang berzikir kepada Allah di tempat yang sunyi, kemudian ia mencucurkan air mata. ”Zikir artinya mengingat Allah. Kalau seseorang berdo’a dengan khusyu hingga tak terasa air mata menetes karena sangat nikmat berzikir dan munajat kepada-Nya, maka Allah akan memberikan pertolongan kepadanya pada hari kiamat kelak.
Wallahualam bishshawab.
Tag :
Mading Online,
realigion,


