Tampilkan postingan dengan label Our Documentation. Tampilkan semua postingan
Apel Pagi SMP Ar-Rohmah
Apel Pagi.... sama dengan upacara. Tetapi Apel pagi yang ini jauh lebih Akbar. Tidak hanya diikuti oleh santri-santri kelas 7,8,9 saja, guru-guru serta dewan asatidz juga mengikuti acara Apel Pagi ini. Apel Pagi itu merupakan Apel kami yang pertama kalinya di jenjang yang baru yakni Tahun Ajaran 2014-2015. Panas matahari tidak membuat kami, OPH -selaku instruktur apel pagi- lemah, tidak bersemangat, justru karena inilah kami semangat karena ini merupakan acara yang besar. Berikut dokumentasinya :
Tag :
Arrohmah,
Our Documentation,
OPH SMP 2014-2015 in 80%
Tahap Test, sudah dilalui oleh Calon Anggota OPH SMP masa kepengurusan 2014-2015
Banyak masalah dan bimbang dalam memilih, karena setiap calon mempunyai potensi yg hampir sama. Entah, itu dalam bidang Mental, Penampilan, Wibawa, pola pikir dewasa dan sebagainya.
Terutama, dalam hal akhlaq banyak kebimbangan yang harus dipikirkan, karena mereka masih belum menunjukkan sifat mereka masing-masing (sifat dari rumah). Hal mental juga tidak kalah penting, itupun kami hanya membutuhkan karakter-karakter tegas berjiwa mandiri yang sekiranya siap untuk menanggung beban-beban/amanat yang diberikan. Berikut dokumentasinya :
Banyak masalah dan bimbang dalam memilih, karena setiap calon mempunyai potensi yg hampir sama. Entah, itu dalam bidang Mental, Penampilan, Wibawa, pola pikir dewasa dan sebagainya.
Terutama, dalam hal akhlaq banyak kebimbangan yang harus dipikirkan, karena mereka masih belum menunjukkan sifat mereka masing-masing (sifat dari rumah). Hal mental juga tidak kalah penting, itupun kami hanya membutuhkan karakter-karakter tegas berjiwa mandiri yang sekiranya siap untuk menanggung beban-beban/amanat yang diberikan. Berikut dokumentasinya :
Tag :
Our Documentation,
Obat Sakit Gigi Tradisional dan Alami
Rasanya sungguh tidak enak sekali seperti susah tidur, susah makan,sensitif terhadap berbagai suara yang keras karena dianggap bising, mudah marah, konsentrasi terganggu ketika bekerja dan bahkan kadang-kadang tidak bisa bekerja dibuatnya.
Adapun penyebab sakit gigi ini antara lain seperti adanya lubang pada gigi anda,retak, maupun radang pada gusi, karies gigi, gingivitis, dan masuk angin.
penyebab yang sering terjadi pada sakit gigi biasanya adalah gigi berlubang dan masuk angin.
Bila gigi anda berlubang maka sisa makanan akan menempel dilubang tersebut dan menjadi bakteri bila tidak anda bersihkan, dan hal itulah yang membuat gigi anda sakit.
Makanya ikuti anjuran para ahli kesehatan untuk sikat gigi 2 kali sehari pagi dan malam hari sebelum tidur, setidaknya dapat mencegah kita untuk mengalami sakit gigi.
Bagaimana sekarang jika saya tengah mengalami sakit gigi dan tidak ingin ke dokter karena takut jarum suntik? (hahaha buat malu aja)
Tenang.. berikut ada beberapa tips mengobati sakit gigi dengan cara tradisional dan alami, silahkan disimak :
Bawang putih
Bawang putih dapat menyembuhkan sakit gigi atau gigi berlubang karena mengandung senyawa antiseptik. Ambil satu siung bawang putih dan letakkan di gigi. Lakukan selama 5 menit, kemudian keluarkan bawang putih dan bilas mulut dengan air hangat.
Bahan : Bawang Putih (1-2 siung), air hangat (2 gelas)
Daun Inggu Kering
Cara pengobatan: Rebus daun inggu kering dalam 2 gelas air hingga mendidih. Saring airnya setelah dingin, airnya digunakan untuk kumur beberapa kali.
Bahan: Daun inggu kering (2-4 gram), air (2 gelas).
Minyak tempurung kelapa
Cara pengobatan: Ambil tempurung kelapa lalu dibakar sampai keluar minyaknya. Ambil minya tempurung kelapa tersebut dengan kapas. Lalu tempelkan ke gigi yang sakit. Niscaya dalam beberapa menit sakit gigi Anda akan hilang.
Bahan: Tempurung kelapa yang sudah dibelah, Kapas secukupnya
Serai
Biasa digunakan sebagai bumbu dapur terutama untuk pepes agar menambah aroma.
Caranya: Rebus serai segar secukupnya dengan 2 gelas air sampai airnya tinggal setengah. Gunakan ramuan ini untuk berkumur.
Bahan : Serai dan air putih (2 gelas)
Minyak cengkeh
Minyak cengkeh juga terkenal bisa mengobati sakit gigi, dan caranya gampang sekali :
Berikan 2 â?? 3 tetes minyak cengkeh ke kapas kemudian gosokkan pada gigi. Dan tunggu beberapa saat sampai minyak cengkehnya bereaksi.
Bahan : Minyak cengkeh dan kapas
Teh Hangat
Teh panas (tanpa gula) membantu menghilangkan bakteri di mulut dan mengurangi rasa sakit sementara. Tempatkan kantong teh pada gusi untuk membantu menghentikan peradangan.
Bahan : Teh celup dan air panas
Es batu
Menggunakan es batu dikenal untuk mengurangi nyeri dan pembengkakan pada gigi dan gusi. Masukkan es batu dalam kantong kain atau ke area sakit dan biarkan selama 5 â?? 10 menit. Lakukan ini sebanyak 2 kali sehari, tapi bila kondisi tidak membaik, segera hubungi dokter.
Tag :
healthy,
Our Documentation,
Penyakit Alergi Olahraga
Hal yang dapat dirangkum Fakta Unik Dan Anehtentang penyakit ini adalah dijelaskan bahwa penderita penyakit ini, jika mengalami peningkatan denyut jangtung yang sangat signifikan dapat terlebih bila melakukan olahraga atau pekerjaan yang berat dapat mengakibatkan hal terparah yaitu meninggal dunia, karena alergi yang muncul dapat menutup saluran udara ke paru-paru penderita.
Hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi pembekakan saluran pernapasan adalah dengan menyuntikkan suntikan adrenalin untuk beberapa saat, agar dapat bernapas dengan baik.
Gejala penyakit Unik Dan Aneh adalah sipenderitanya akan merasa sesak nafas saat denyut jantungnya meningkat, dan hal inilah yang membuat mereka menjadi alergi untuk berolah raga untuk menghindari timbulnya alergi tersebut.
Tag :
healthy,
Our Documentation,
Taklukan Yangon United, Persipura Lolos ke Delapan Besar AFC Cup
Persipura Jayapura berhasil melumat tamunya Yangon United dengan skor telak 9-2 pada babak 16 besar AFC Cup 2014 di Stadion Mandala, Jayapura, Selasa (13/5). Dengan hasil ini, tim Mutiara Hitam berhasil lolos ke babak perempat-final. Mengingat, pada babak ini hanya ditentukan dalam satu laga siapa yang akan lolos ke babak selanjutnya.
Sementara itu, pada laga tersebut Boakay Edi Foday tampil sebagai bintang dengan memborong lima gol kemenangan tim tuan rumah pada menit ketiga, 23, 41, 43, dan 87. Empat gol lainnya dilesakkan Yustinus Pae (10), Ian Kabes (28, penalti dan 53), serta Titus Bonai (57). Sedangkan dua gol Yangon diciptakan Cezar Augusto (17) dan Kyaw Ko Ko (21).
Di sisi lain, laga ini menciptakan beberapa rekor. Pertama, ini adalah salah satu kemenangan terbesar di ajang AFC Cup, dan Persipura menjadi tim kedua yang bisa mencetak sembilan gol dalam satu laga sekaligus. Sebelumnya, klub asal Uzbekistan, Nasaf Qarshi, pernah menorehkan hal serupa saat mengecundangi Dempo (India) di fase penyisihan grup A Piala AFC 2011. Selanjutnya, total gol yang tercipta pada laga ini (11 gol) adalah yang terbanyak, menyamai rekor Sun Hei versus Hoa Phat Hanoi (7-4) yang terjadi tujuh tahun silam.
Selain itu, Eddie Boakay Foday juga menjadi pemain non Asia pertama yang mencetak lima gol dalam satu laga di AFC Cup. Pemain Asia pertama yang melesakkan lima gol dalam satu laga adalah Ali Ashfaq (New Radiant), saat timnya menggulung Persibo Bojonegoro, 7-0, di Piala AFC 2013. Sebelumnya, saat masih memperkuat Persiwa Wamena, Foday juga pernah mencetak dua gol di AFC Cup 2010.
Babak pertama
Bertindak sebagai tuan rumah, Persipura langsung tampil menekan. Bahkan, mereka mampu langsung melesakkan gol ketika pertandingan baru berjalan tiga menit melalui gol yang dicetak Boakay Foday. Setelah itu, skuat yang dilatih Jacksen F Tiago ini terus mengurung pertahanan tim tamu.
Namun begitu, Yangon juga mencoba sesekali memberikan tekanan ke lini pertahanan tim asal Papua. Kecepatan Kyaw Ko Ko beberapa kali merepotkan lini belakang Persipura. Beruntung, Bio Paulin dan kawan-kawan masih sigap dalam membaca arah serangan tim asal Myanmar tersebut.
Bahkan, Persipura berhasil menggandakan keunggulan pada menit kesepuluh melalui Yustinus Pae. Skor 2-0 untuk tim tuan rumah. Tertinggal dua gol, tak lantas membuat skuat yang dilatih Eric Williams itu patah arang.
Secara perlahan, Yangon mencoba bangkit. Hasilnya, Cezar Augusto Hermenegildo berhasil memperkecil kedudukan menjadi 2-1 pada menit ke-17. Sontak, gol tersebut semakin menambah semangat Khin Maung Lwin dan kawan-kawan.
Empat menit berselang, Yangon akhirnya mampu menyamakan kedudukan menjadi 2-2. Adalah Kyaw Ko Ko yang berhasil merobek jala Persipura yang dikawal Yoo Jae Hoon.
Tak ingin tim tamu semakin bangkit, Persipura kembali mencoba mengendalikan permainan. Boaz Solossa dan kawan-kawan kembali unggul pada menit ke-23 melalui gol yang dilesakkan Foday. Kabes memperbesar keunggulan menjadi 4-2 lewat tendangan penalti di menit ke-28. Dua gol lagi mampu disarangkan Foday pada menit ke-41 dan 43. Skor 6-2 bertahan hingga turun minum.
Babak kedua
Kendati sudah unggul tiga gol, Persipura tak mau lengah. Permainan menyerang terus mereka tampilkan di hadapan pendukung sendiri. Tim yang melakoni debut di AFC Cup pada 2011 ini kembali mencetak gol melalui Ian Kabes di menit 53.
Tak mau ketinggalan, Titus Bonai juga ikut menyumbang gol empat menit kemudian. Skor 8-2 membuat tim tamu semakin terpuruk. Yangon pun terlihat sulit keluar dari tekanan demi tekanan yang dilancarkan Persipura.
Seakan tak puas, Foday kembali menorehkan gol kelimanya di laga ini pada menit ke-87. Skor 9-2 bertahan hingga laga usai. Sementara itu, untuk pengundian babak perempat-final baru akan dilakukan pada 28 Mei mendatang.
Sementara itu, pada laga tersebut Boakay Edi Foday tampil sebagai bintang dengan memborong lima gol kemenangan tim tuan rumah pada menit ketiga, 23, 41, 43, dan 87. Empat gol lainnya dilesakkan Yustinus Pae (10), Ian Kabes (28, penalti dan 53), serta Titus Bonai (57). Sedangkan dua gol Yangon diciptakan Cezar Augusto (17) dan Kyaw Ko Ko (21).
Di sisi lain, laga ini menciptakan beberapa rekor. Pertama, ini adalah salah satu kemenangan terbesar di ajang AFC Cup, dan Persipura menjadi tim kedua yang bisa mencetak sembilan gol dalam satu laga sekaligus. Sebelumnya, klub asal Uzbekistan, Nasaf Qarshi, pernah menorehkan hal serupa saat mengecundangi Dempo (India) di fase penyisihan grup A Piala AFC 2011. Selanjutnya, total gol yang tercipta pada laga ini (11 gol) adalah yang terbanyak, menyamai rekor Sun Hei versus Hoa Phat Hanoi (7-4) yang terjadi tujuh tahun silam.
Selain itu, Eddie Boakay Foday juga menjadi pemain non Asia pertama yang mencetak lima gol dalam satu laga di AFC Cup. Pemain Asia pertama yang melesakkan lima gol dalam satu laga adalah Ali Ashfaq (New Radiant), saat timnya menggulung Persibo Bojonegoro, 7-0, di Piala AFC 2013. Sebelumnya, saat masih memperkuat Persiwa Wamena, Foday juga pernah mencetak dua gol di AFC Cup 2010.
Babak pertama
Bertindak sebagai tuan rumah, Persipura langsung tampil menekan. Bahkan, mereka mampu langsung melesakkan gol ketika pertandingan baru berjalan tiga menit melalui gol yang dicetak Boakay Foday. Setelah itu, skuat yang dilatih Jacksen F Tiago ini terus mengurung pertahanan tim tamu.
Namun begitu, Yangon juga mencoba sesekali memberikan tekanan ke lini pertahanan tim asal Papua. Kecepatan Kyaw Ko Ko beberapa kali merepotkan lini belakang Persipura. Beruntung, Bio Paulin dan kawan-kawan masih sigap dalam membaca arah serangan tim asal Myanmar tersebut.
Bahkan, Persipura berhasil menggandakan keunggulan pada menit kesepuluh melalui Yustinus Pae. Skor 2-0 untuk tim tuan rumah. Tertinggal dua gol, tak lantas membuat skuat yang dilatih Eric Williams itu patah arang.
Secara perlahan, Yangon mencoba bangkit. Hasilnya, Cezar Augusto Hermenegildo berhasil memperkecil kedudukan menjadi 2-1 pada menit ke-17. Sontak, gol tersebut semakin menambah semangat Khin Maung Lwin dan kawan-kawan.
Empat menit berselang, Yangon akhirnya mampu menyamakan kedudukan menjadi 2-2. Adalah Kyaw Ko Ko yang berhasil merobek jala Persipura yang dikawal Yoo Jae Hoon.
Tak ingin tim tamu semakin bangkit, Persipura kembali mencoba mengendalikan permainan. Boaz Solossa dan kawan-kawan kembali unggul pada menit ke-23 melalui gol yang dilesakkan Foday. Kabes memperbesar keunggulan menjadi 4-2 lewat tendangan penalti di menit ke-28. Dua gol lagi mampu disarangkan Foday pada menit ke-41 dan 43. Skor 6-2 bertahan hingga turun minum.
Babak kedua
Kendati sudah unggul tiga gol, Persipura tak mau lengah. Permainan menyerang terus mereka tampilkan di hadapan pendukung sendiri. Tim yang melakoni debut di AFC Cup pada 2011 ini kembali mencetak gol melalui Ian Kabes di menit 53.
Tak mau ketinggalan, Titus Bonai juga ikut menyumbang gol empat menit kemudian. Skor 8-2 membuat tim tamu semakin terpuruk. Yangon pun terlihat sulit keluar dari tekanan demi tekanan yang dilancarkan Persipura.
Seakan tak puas, Foday kembali menorehkan gol kelimanya di laga ini pada menit ke-87. Skor 9-2 bertahan hingga laga usai. Sementara itu, untuk pengundian babak perempat-final baru akan dilakukan pada 28 Mei mendatang.
Tag :
Our Documentation,
sport,
Contact + Account OSIS SMP ARROHMAH
Twitter : @O_scartra
Blog: o-scartra.blogspot.com
Instagram : @ophsmparrohmah
Gmail : oph.smp.arrohmah@gmail.com
Alamat : Jl. Raya Apel No. 61 SumberSekar Dau Malang Gedung AlBagdadi Lt. 2
The MOB di IGT 2014
The MOB? The MOB (di Arrohmah Malang) adalah Ma'had of Break Dance. The MOB sendiri adalah perwakilan Peserta dari OPH SMP di ISTH Got Talent 2014.
Yang kami tampilkan adalah Spesial Drama dan Bonus. Bonus? ya Bonus, bonusnya yakni Funky MOB (Dance). Tahu kan Funky Papua yang di Indonesia Mencari Bakat? (ya, tau emang knp? ) lah iya FUNKY MOB itu hampir sama dengan Funky Papua, cuma ya beda2 dikitlah gerakannya.
Personil The MOB terdiri dari :
Yang kami tampilkan adalah Spesial Drama dan Bonus. Bonus? ya Bonus, bonusnya yakni Funky MOB (Dance). Tahu kan Funky Papua yang di Indonesia Mencari Bakat? (ya, tau emang knp? ) lah iya FUNKY MOB itu hampir sama dengan Funky Papua, cuma ya beda2 dikitlah gerakannya.
Personil The MOB terdiri dari :
Bagian Drama dan Beladiri : Syaikh Ahmed Salsabil, M. Fariz Wicaksono, Yunus Muhammad, Yusron Hanan, Arif Yusuf Maulana, A. Luqman Hakim, Ardian Rizal Zakaria, Khalifah Ihsan, Faiz Nayottama
Ceramah/kultum : Faiz Nayottama
Pengisi pembuka Bonus : M. Fariz W. dan Arif Yusuf Maulana
Berikut Cuplikan foto :
Kampung Adat yang Masih Bartahan di Kabupaten Ciamis
Kampung Kuta adalah dusun adat yang masih bertahan di Desa
Karangpaningal, Kecamatan Tambaksari Kabupaten Ciamis. Kampung adat ini
dihuni oleh masyarakat yang dilandasi kearifan lokal, dengan memegang
teguh budaya pamali (tabu), untuk menjaga keseimbangan alam dan
terpeliharanya tatanan hidup dalam bermasyarakat. Salah satu yang
menonjol adalah dalam hal pelestarian hutan, sekaligus mempertahankan
kelestarian mata air dan pohon aren untuk memenuhi sumber kehidupan
mereka.
Karena penghormatan yang tinggi terhadap hutan, warga Kampung Kuta
yang hendak masuk ke kawasan hutan tidak pernah menggunakan alas kaki.
Tujuannya agar hutan tersebut tidak tercemar dan tetap lestari. Oleh
karena itu, kayu-kayu besar masih terlihat kokoh di Leuweung Gede.
Selain itu, sumber air masih terjaga kelestariannya dengan baik.
Secara letak administratif, Kampung Kuta berada di wilayah Kabupaten
Ciamis, Kecamatan Tambaksari, tepatnya di dalam Desa Karangpaningal.
Kampung Kuta terdiri atas 2 RW dan 4 RT. Kampung ini berbatasan dengan
Dusun Cibodas di sebelah utara, Dusun Margamulya di sebelah barat, dan
di sebelah selatan dan timur dengan Sungai Cijulang, yang sekaligus
merupakan daerah perbatasan wilayah Jawa Barat dengan Jawa Tengah.
Untuk menuju ke kampung tersebut jarak yang harus ditempuh dari kota
Kabupaten Ciamis sekitar 34 km menuju ke arah utara. Dapat ditempuh
dengan menggunakan mobil angkutan umum ke Kecamatan Rancah. Sedang dari
Kecamatan Rancah menggunakan motor sewaan atau ojeg, dengan kondisi
jalan aspal yang berkelok, dan tanjakan yang cukup curam. Jika melalui
Kecamatan Tambaksari dapat menggunakan kendaraan umum atau ojeg, dengan
kondisi jalan yang serupa.
Salah satu upacara adat Kampung Kuta yang rutin dilaksanakan hingga
kini adalah Upacara Adat Nyuguh. Sesuai warisan leluhur, acara nyuguh
itu harus dilakukan di pinggir Sungai Cijolang yang berbatasan langsung
dengan Kabupaten Cilacap, Jawa tengah. Pernah satu kali acara nyuguh
tidak dilaksanakan, tiba-tiba seluruh kampung mendapat musibah. Padi
yang siap dipanen rusak parah, sedangkan sejumlah hewan ternak ditemui
mati menggelepar. Warga menyakini kerusakan itu terjadi karena “utusan”
Padjadjaran itu tidak disuguhi makanan. Alhasil mereka pun mencari
makanan sendiri dengan cara merusak kampung.
Pelapisan sosial yang didasarkan atas status dan peranan, telah
menyebabkan dalam masyarakat terdapat golongan yang memimpin dan
golongan yang dipimpin. Golongan yang memimpin secara formal menduduki
jabatan tertentu dalam lembaga pemerintahan desa seperti kepala desa.
Sedangkan pimpinan non-formal adalah pimpinan berdasarkan penghormatan
dan penghargaan masyarakat terhadap seseorang karena alasan usia,
pengalaman, pengetahuan, dan peran di lingkungannya. Pimpinan non-formal
biasa dikenal dengan sebutan sesepuh dan kuncen.
Walaupun masyarakat Kampung Kuta terkenal sebagai sebuah komunitas
yang sangat terikat dengan aturan-aturan adat, akan tetapi mereka
mengenal dan menyukai berbagai kesenian yang digunakan sebagai sarana
hiburan, baik kesenian tradisional maupun kesenian modern seperti
calung, reog, drama Sunda, tagoni (terbang), kliningan, jaipongan,
kasidah, ronggeng, sampai kesenian dangdut.
Adapun perjalanan ke Sungai Cijolang sekitar lima kilometer. Kini, Pak Kuncen pun kembali memulai ritual.
Doa kembali dipanjatkan sebelum warga menyantap makanan yang
tersedia. Setelah berdoa, seluruh warga kemudian menyantap makanan yang
dibawa dari kampung. Makanan khas yang harus ada setiap upacara.
Upacara Adat Nyuguh ini merupakan suatu upacara ritual tradisional
Adat Kampung Kuta Kec. Tambaksari Kabupaten Ciamis yang selalu
dilaksanakan pada tanggal 25 safar pada setiap tahunnya.
Kampung yang terletak di Desa Karangpaningal, Kecamatan Tambaksari,
berbatasan dengan Jawa Tengah itu dikenal sebagai Kampung adat. Ada
beberapa versi mengenai sejarah Kampung Kuta ini. Menurut cerita rakyat
setempat, asal-usul Kampung Kuta berkaitan dengan berdirinya Kerajaan
Galuh. Konon, pada zaman dahulu ketika Prabu Galuh yang bernama Ajar
Sukaresi (dalam sumber lain, tokoh ini adalah seorang pandita sakti)
hendak mendirikan Kerajaan Galuh, Kampung Kuta dipilih untuk pusat
kerajaan karena letaknya strategis.
Prabu Galuh memerintahkan kepada semua rakyatnya untuk mengumpulkan
semua keperluan pembangunan keraton seperti kapur bahan bangunan, semen
merah dari tanah yang dibakar, pandai besi, dan tukang penyepuh perabot
atau benda pusaka. Keraton pun akhirnya selesai dibuat. Namun, pada
suatu ketika, Prabu Galuh menemukan lembah yang (Kuta) oleh tebing yang
dalamnya sekitar 75 m di lokasi pembangunan pusat kerajaan itu. Atas
musyawarah dengan para punggawa kerajaan lainnya, diputuskanlah bahwa
daerah tersebut tidak cocok untuk dijadikan pusat kerajaan (menurut
orang tua, “tidak memenuhi Patang Ewu Domas”).
Selanjutnya, mereka berkelana mencari tempat lain yang memenuhi
syarat. Prabu Galuh membawa sekepal tanah dari bekas keratonnya diKuta
sebagai kenang-kenangan. Setelah melakukan perjalanan beberapa hari,
Prabu Galuh dan rombongannya sampai di suatu tempat yang tinggi, lalu
melihat-lihat ke sekeliling tempat itu untuk meneliti apakah ada tempat
yang cocok untuk membangun kerajaannya. Tempat ia melihat-lihat itu
sekarang bernama “Tenjolaya”. Prabu Galuh melihat ke arah barat, lalu
terlihatlah ada daerah luas terhampar berupa hutan rimba yang menghijau.
Ia kemudian melemparkan sekepal tanah yang dibawanya dariKuta ke arah
barat dan jatuh di suatu tempat yang sekarang bernama “Kepel”. Tanah
yang dilemparkan tadi sekarang menjadi sebidang sawah yang datar dan
tanahnya berwarna hitam seperti dengan tanah diKuta , sedangkan tanah di
sekitarnya berwarna merah. Prabu Galuh melanjutkan perjalanannya sampai
di suatu pedataran yang subur di tepi Sungai Cimuntur dan Sungai
Citanduy, lalu mendirikan kerajaan di sana.
Cerita selanjutnya tentang Prabu Galuh tersebut hampir mirip dengan
cerita Ciung Wanara dalam naskah Wawacan Sajarah Galuh, bahwa Prabu
Galuh kemudian digantikan oleh patihnya, Aria Kebondan (dalam naskah
disebut Ki Bondan). Prabu Galuh menjadi pertapa di Gunung Padang.
Menurut versi tradisi lisan, Prabu Galuh meninggalkan duaorang istri,
yaitu Dewi Naganingrum dan Dewi Pangrenyep. Saat itu, Dewi Naganingrum
sedang mengandung. Ketika Dewi Naganingrum melahirkan, Dewi Pangrenyep
menukar bayinya dengan seekor anak anjing. Bayi itu kemudian dihanyutkan
ke Sungai Citanduy. Melihat Dewi Naganingrum beranak seekor anjing,
Aria Kebondan yang menjadi raja di Galuh menjadi marah, lalu menyuruh
Lengser membunuhnya. Namun, Lengser itu tidak membunuh Dewi Naganingrum,
tetapi menyembunyikannya diKuta. Adapun bayi yang dibuang ke Sungai
Citanduy itu kemudian ditemukan oleh Aki Bagalantrang di depan badodon
(tempat menangkap ikan)-nya. Bayi itu dipungut dan diasuh oleh Aki
Bagalantrang hingga remaja, lalu diberi nama Ciung Wanara. Tempat Aki
Bagalantrang mengasuh bayi itu sekarang disebut daerah “Geger Sunten”,
sekitar 6 km dariKuta . Ciung Wanara kemudian merebut kembali Kerajaan
Galuh dari Aria Kebondan melalui sabung ayam, sebagaimana yang
diceritakan dalam naskah. Setelah Ciung Wanara menjadi raja, Lengser pun
menjemput Dewi Naganingrum sehingga bisa berkumpul kembali dengan
anaknya.
Di Kampung Kuta terdapat mitos tentang Tuan Batasela dan Aki Bumi.
Diceritakan bahwa bekas kampung Galuh yang telah diterlantarkan selama
beberapa lama ternyata menarik perhatian Raja Cirebon dan Raja Solo.
Selanjutnya, masing-masing raja tersebut mengirimkan utusannya untuk
menyelidiki keadaan di Kampung Kuta. Raja Cirebon mengutus Aki Bumi,
adapun Raja Solo mengutus Tuan Batasela. Raja Cirebon berpesan kepada
utusannya bahwa ia harus pergi ke Kuta, tetapi jika didahului oleh
utusan dari Solo, ia tidak boleh memaksa jadi penjaga Kuta. Ia harus
mengundurkan diri, tetapi tidak boleh pulang ke Cirebon dan harus terus
berdiam di sekitar daerah itu sampai mati. Pesan yang sama juga didapat
oleh utusan dari Solo. Pergilah kedua utusan tersebut dari kerajaannya
masing-masing. Utusan dari Solo, Tuan Batasela, berjalan melalui Sungai
Cijolang sampai di suatu kampung, lalu beristirahat di sana selama satu
malam. Jalan yang dilaluinya itu hingga saat ini masih sering
dilaluiorang untuk menyeberang dari Jawa Tengah ke Jawa Barat.
Penyeberangan itu diberi nama “Pongpet”. Adapun Aki Bumi dari Cirebon
langsung menuju ke Kampung Kuta dengan melalui jalan curam, yang sampai
saat ini masih ada dan diberi nama “Regol”, sehingga tiba lebih dulu di
Kampung Kuta. Sesampainya di sana, Aki Bumi menemui para tetua kampung
dan melakukan penertiban- penertiban, seperti membuat jalan ke hutan dan
membuat tempat peristirahatan di pinggir situ yang disebut “Pamarakan”.
Karena telah didahului oleh utusan dari Cirebon, Tuan Batasela kemudian
terus bermukim di kampung tempat ia bermalam, yang terletak di utara
Kampung Kuta. Konon, utusan dari Solo itu kekurangan makanan, lalu
meminta-minta kepada masyarakat di Kampung itu, tetapi tidak ada yang
mau memberi. Keluarlah umpatan dan sumpah dari Tuan Batasela yang
mengatakan bahwa “Di kemudian hari, tidak akan adaorang yang kaya di
Kampung itu.” Ternyata, hingga saat ini rakyat di Kampung itu memang
tidak ada yang kaya. Karena menderita terus, Tuan Batasela kemudian
bunuh diri dengan keris. Darah yang keluar dari luka Tuan Batasela
berwarna putih, lalu mengalir membentuk parit yang kemudian disebut
“Cibodas”. Kampung itu pun diberi nama Kampung Cibodas. Tuan Batasela
dimakamkan di tengah- tengah persawahan di sebelah utara Kampung
Cibodas. Makamnya masih ada hingga saat ini. Aki Bumi terus menjadi
penjaga (kuncen) Kampung Kuta sampai meninggal, lalu dimakamkan bersama
keluarganya di tengah-tengah Kampung, yang sekarang termasuk Kampung
Margamulya. Tempat makam itu disebut “Pemakaman Aki Bumi”. Setelah
keturunan Aki Bumi tidak ada lagi, Raja Cirebon memerintahkan bahwa yang
menjadi kuncen di Kampung Kuta berikutnya adalah orang-orang yang
dipercayai oleh Aki Bumi, yaitu para leluhur kuncen Kampung Kuta saat
ini.
Mitos-mitos yang dituturkan oleh tradisi lisan terkadang mempunyai
keterkaitan dengan mitos yang diceritakan dalam sumber naskah sejarah.
Keterkaitan itu kemudian menimbulkan pertanyaan bagi kita, apakah si
penutur mitos yang bersumber pada naskah atau naskah yang ditulis
berdasarkan penuturan. Jika dirujuk pada usianya, maka tradisi lisan
telah ada sebelum tulisan muncul sehingga dapat diasumsikan bahwa naskah
ditulis berdasarkan cerita yang dituturkan. Tradisi lisan yang terus
ada hingga saat ini, seperti yang dituturkan oleh para kuncen atau
tukang cerita, terdapat dua kemungkinan mengenai asal-usulnya. Pertama,
tradisi lisan itu berdasarkan cerita naskah yang dibaca kemudian
dituturkan kembali. Kedua, tradisi lisan itu memang belum pernah
dituliskan dalam bentuk naskah, lalu dituturkan secara turun-temurun.
Adanya perbedaan versi suatu cerita yang dituturkan dalam naskah dan
tradisi lisan disebabkan oleh beberapa kemungkinan, yaitu perbedaan
sumber cerita, distorsi cerita karena pewarisan cerita yang
turun-temurun memungkinkan terjadinya penambahan ataupun pengurangan isi
cerita, dan adanya keinginan dari penutur cerita untuk mengedepankan
peranan seorang tokoh ataupun berapologia atas kesalahan tokoh tersebut.
Demikian pula dengan cerita tentang Kampung Kuta di atas. Ada beberapa
bagian yang hampir mirip dengan cerita yang dikemukakan dalam naskah dan
ada pula yang berbeda jalan ceritanya. Adapun mengenai kebenaran isi
cerita atau mitos tersebut bukanlah suatu permasalahan. Setidaknya,
mitos-mitos tersebut dihormati dan dipelihara oleh masyarakatnya. Lebih
jauh, bukankah ilmu pengetahuan juga pada awalnya berkembang dari bentuk
pemikiran mitis. Hingga saat ini, Kampung Kuta tetap dilestarikan
sebagai kampung adat atau petilasan. Masyarakatnya masih memelihara dan
melestarikan tradisi-tradisi leluhur mereka. Pantangan-pantangan pun
dibuat untuk menjaga kelestarian tradisi itu, seperti larangan membuat
rumah dari tembok dan memakai atap genteng, larangan mengubur mayat
orang dewasa kecuali bayi kecil dan dalamnya pun tidak melebihi pangkal
paha, larangan menggali sumur terlalu dalam, larangan mementaskan
wayang, larangan meminum minuman keras, tidak boleh sombong atau
menentang adat kuta, dan sebagainya.
Dengan masih bertahannya Kampung Kuta sebagai Kampung Adat yang
berada di Ciamis ini, sepatutnya harus kita banggakan, karena dengan
adanya Kampung Kuta sebagai Kampung Adat yang masih bertahan menunjukkan
bahwa masih ada pelestari kebudayaan yang masih menjaga kelestarian
budayanya hingga saat ini. Mari kita lestarikan warisan kebudayaan
leluhur.
Tag :
culture,
Our Documentation,
ARTIFO II (Ar-Rohmah Facultative Olympiad) 2014
Setelah UTS ini pun kami mengadakan Artifo II, berikut lomba-lomba yang akan dilaksanakan pada hari Kamis -Jum'at tanggal 20-21 Maret 2014
Sekilas! Microphone
Microphone,
Kalau dilihat dari namanya sudah terlihat asing, tapi kata tersebut mengandung
makna yang sangat mantab, yakni microphone.
Micr-OPH-One, artinya OPH itu satu (bersatu) tidak cerai berai. Dengan nama
tersebut kami jadikan dengan nama distro kami dan ini menjadi bisnis kami
(business project). Desain kaos terus kami jadikan intinya, karena microphone
ini lebih menuju ke bisnis kaos. Untuk
desain sendiri, ada yang simple, elegan, bahkan ada yang membingungkan.
Berikut foto sedikit tentang MicrOPHOne :
* BUAT CONTOH KAOS MASIH RAHASIA BROOO...SORRY...
INSYA ALLAH KAOS AKAN DIRILIS BULAN APRIL/MEI 2014 MENDATANG
Pelantikan OPH SMP (2013-2014) Artra kok gak ada ?
1st Story
of Yusron
Pelantikan OPH SMP kok gak ada?
Hmm..mungkin itulaha pertanyaan
yang kalian lontarkan kepada anak OPH SMP. Gini ya, gan.. saya jelaskan.
CEKIDOT
Gan, OPH SMP itu bukannya gak ada pelantikan, tetap ada tapi
bersifat tertutup.
Pelantikan Terbuka/umum tidak
kami adalakan dikarenakan Bulan Januari
jadwal atau event kami FULL, ndelo’en! Ngurusi AFEST 2014, LDK OPH SMP,
Penggalangan Dana Baksos, Baksos, dan banyak Masalah-masalah yang tidak bisa
kami sebutkan dalam FORUM ini.
Pelantikan Tertutup ini
kami adakan pada saat kami LDK, yang
kepanjangannya Latihan Dasar Kepemimpinan.
Pada saat itu kami telah berjanji untuk menjadi pengurus OPH SMP. Janji-janji
itu adalah ( janji ini bersifat privasi, sorry!HEHEHE..). Yang penting kami
telah BERJANJI untuk menja
di pengurus OPH SMP yang baik, mengembangkan OPH SMP, dll…
di pengurus OPH SMP yang baik, mengembangkan OPH SMP, dll…
“Bukannya dengan gak
ada pelantikan (pelantikan terbuka/umum) kita jadi lebih baik? Kita kan
jadinnya gak sombong (kalau menjadi pengurus OPH SMP). Toh, kita pun jadi lebih
baik dari yang dahulu dan lainnya. Jadi pelantikan itu sebenarnya gak
penting!”, ujar Gue pas banyak yang KEPO
Kami
mohon maaf sebelumnya, karena kami memberi jawabanny kelamaan, karena kami
sebenarnya menjaga privasi kami tentang itu. Tapi “ya sudahlah” kami kasih tau, karena kalian KEPO! (hahaha.. yo gaklah! )














.jpg)










